Jenis-jenis Resiko Cidera Saat Renang, Waspada! - TheGeGe
Home About Us
  • Order Online
  • NEWS Testimoni
    The Gege > Hot News > Renang
    jenis-jenis-resiko-cidera-saat-renang-waspada
    11 January 2026
    35 kali dilihat

    Jenis-jenis Resiko Cidera Saat Renang, Waspada!

    Renang sering dianggap sebagai olahraga paling aman. Beban tubuh berkurang, risiko benturan rendah, dan hampir semua usia bisa melakukannya. Namun, anggapan bahwa renang bebas cedera ternyata tidak sepenuhnya benar. Faktanya, cedera saat renang cukup sering terjadi, baik pada perenang pemula, hobi, hingga atlet profesional.

    Cedera ini memang jarang terlihat dramatis seperti cedera sepak bola atau basket, tetapi jika dibiarkan, bisa menjadi masalah jangka panjang. Nyeri bahu yang tak kunjung sembuh, pinggang terasa kaku, atau betis sering kram adalah contoh cedera renang yang sering dianggap sepele. Padahal, semua itu bisa mengganggu performa dan kenyamanan saat berenang.

    Lalu, cedera apa saja yang sering terjadi saat renang? Apa penyebabnya, dan bagaimana cara mencegahnya? Mari kita bahas satu per satu.

    Mengapa Cedera Saat Renang Bisa Terjadi?

    Meski dilakukan di air, renang tetap menuntut gerakan repetitif dan teknik yang konsisten. Dalam satu sesi latihan, bahu bisa berputar ratusan kali, kaki melakukan gerakan menendang terus-menerus, dan otot inti bekerja tanpa henti untuk menjaga posisi tubuh.

    Cedera renang umumnya disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

    1. Teknik yang kurang tepat

    2. Pemanasan yang tidak optimal

    3. Latihan berlebihan (overuse injury)

    4. Kondisi fisik yang kurang seimbang

    5. Kurangnya waktu pemulihan

    Jika satu atau lebih faktor tersebut terjadi secara bersamaan, risiko cedera akan meningkat.

    Jenis Cedera yang Paling Sering Terjadi Saat Renang

    1. Cedera Bahu (Swimmer’s Shoulder)

    Ini adalah cedera paling umum pada perenang. Swimmer’s shoulder merujuk pada nyeri dan peradangan di area bahu akibat gerakan berulang, terutama pada gaya bebas, kupu-kupu, dan punggung.

    Gejala umum:

    • Nyeri saat mengangkat lengan

    • Bahu terasa lemah

    • Bunyi “klik” saat menggerakkan sendi

    • Nyeri meningkat setelah berenang

    Penyebab utamanya adalah teknik tangan yang salah, rotasi bahu berlebihan, dan kurangnya kekuatan otot penopang bahu.

    2. Cedera Leher

    Gerakan kepala yang berulang, terutama saat mengambil napas pada gaya bebas, bisa memicu ketegangan otot leher. Hal ini sering dialami perenang pemula yang belum terbiasa menjaga posisi kepala tetap sejajar dengan tubuh.

    Jika dibiarkan, cedera leher dapat menyebabkan:

    • Leher kaku

    • Sakit kepala

    • Nyeri menjalar ke bahu

    3. Nyeri Pinggang dan Punggung Bawah

    Gaya kupu-kupu dan gaya dada sering menjadi penyebab utama cedera pinggang. Posisi tubuh yang terlalu melengkung atau dorongan kaki yang berlebihan dapat memberi tekanan besar pada tulang belakang bagian bawah.

    Cedera ini sering muncul secara bertahap dan terasa sebagai:

    • Pegal berkepanjangan

    • Nyeri saat berdiri atau duduk lama

    • Rasa tidak nyaman saat membungkuk

    4. Kram Otot dan Cedera Betis

    Kram saat renang cukup umum, terutama pada kaki dan betis. Biasanya terjadi akibat:

    • Dehidrasi

    • Kurang pemanasan

    • Otot kelelahan

    • Kekurangan elektrolit

    Meski terlihat ringan, kram di tengah kolam bisa berbahaya jika perenang panik atau kelelahan.

    5. Cedera Lutut (Breaststroke Knee)

    Cedera ini khas pada gaya dada. Gerakan kaki yang membuka dan menutup secara berulang dapat memberi tekanan besar pada sendi lutut bagian dalam.

    Gejalanya meliputi:

    • Nyeri di sisi dalam lutut

    • Bengkak ringan

    • Rasa tidak stabil saat berjalan

    Dampak Cedera Renang Jika Diabaikan

    Banyak perenang tetap memaksakan diri meski tubuh sudah memberi sinyal nyeri. Padahal, cedera yang tidak ditangani bisa berkembang menjadi masalah kronis, seperti:

    • Penurunan performa

    • Rentang gerak terbatas

    • Ketergantungan pada obat pereda nyeri

    • Waktu pemulihan yang lebih lama

    • Risiko cedera berulang yang lebih parah

    Karena itu, mengenali dan merespons cedera sejak dini sangatlah penting.

    Cara Mencegah Cedera Saat Renang

    1. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan

    Pemanasan membantu meningkatkan aliran darah ke otot dan mengurangi risiko cedera. Fokuskan pada:

    • Bahu

    • Leher

    • Punggung

    • Pinggul

    • Betis

    Setelah berenang, lakukan pendinginan dan peregangan ringan agar otot tidak kaku.

    2. Perbaiki Teknik Renang

    Teknik yang benar adalah kunci utama pencegahan cedera. Jika perlu:

    • Ikuti kelas renang

    • Minta koreksi dari pelatih

    • Gunakan video analisis gerakan

    Teknik yang baik tidak hanya membuat renang lebih cepat, tetapi juga lebih aman.

    3. Jangan Berlebihan

    Renang memang menyenangkan, tetapi overtraining justru meningkatkan risiko cedera. Beri tubuh waktu istirahat yang cukup, terutama jika mulai terasa nyeri atau lelah berlebihan.

    4. Perkuat Otot Pendukung

    Latihan darat (dryland training) sangat membantu, seperti:

    • Latihan bahu dan rotator cuff

    • Core training

    • Penguatan paha dan betis

    Otot yang kuat dan seimbang akan melindungi sendi dari tekanan berlebih.

    5. Jaga Hidrasi dan Nutrisi

    Minum air sebelum dan sesudah berenang sangat penting, meski Anda tidak merasa berkeringat. Asupan elektrolit dan nutrisi yang cukup membantu mencegah kram dan mempercepat pemulihan.

    Kapan Harus Berhenti dan Periksa ke Profesional?

    Jika Anda mengalami:

    • Nyeri tajam

    • Pembengkakan

    • Penurunan kekuatan

    • Nyeri yang tidak membaik setelah beberapa hari

    Sebaiknya hentikan latihan dan konsultasikan ke dokter atau fisioterapis olahraga. Penanganan dini jauh lebih efektif dibanding mengobati cedera yang sudah parah.

    Cedera saat renang adalah hal yang nyata dan bisa dialami siapa saja. Meski renang dikenal sebagai olahraga ramah sendi, teknik yang salah, latihan berlebihan, dan kurangnya persiapan tetap bisa memicu masalah serius.

    Dengan pemanasan yang baik, teknik yang benar, latihan seimbang, dan mendengarkan sinyal tubuh, Anda bisa menikmati manfaat renang tanpa harus berurusan dengan cedera. Ingat, tujuan olahraga bukan hanya bergerak, tetapi juga menjaga tubuh tetap sehat dalam jangka panjang.

    Jika anak anda ingin belajar renang dengan pelatih profesional yang mengerti akan resiko-resiko cidera diatas, sepertinya anak anda harus belajar di The Gege Play.


    Sponsor
    BERENANG & BERMAIN AIR SERU
    BERENANG & BERMAIN AIR SERU

    Ajak Bocil Berenang dan Main Air Seru

    Kunjungi
    Chat via WhatsApp