Renang sering dianggap sebagai olahraga paling aman. Beban tubuh berkurang, risiko benturan rendah, dan hampir semua usia bisa melakukannya. Namun, anggapan bahwa renang bebas cedera ternyata tidak sepenuhnya benar. Faktanya, cedera saat renang cukup sering terjadi, baik pada perenang pemula, hobi, hingga atlet profesional.
Cedera ini memang jarang terlihat dramatis seperti cedera sepak bola atau basket, tetapi jika dibiarkan, bisa menjadi masalah jangka panjang. Nyeri bahu yang tak kunjung sembuh, pinggang terasa kaku, atau betis sering kram adalah contoh cedera renang yang sering dianggap sepele. Padahal, semua itu bisa mengganggu performa dan kenyamanan saat berenang.
Lalu, cedera apa saja yang sering terjadi saat renang? Apa penyebabnya, dan bagaimana cara mencegahnya? Mari kita bahas satu per satu.
Meski dilakukan di air, renang tetap menuntut gerakan repetitif dan teknik yang konsisten. Dalam satu sesi latihan, bahu bisa berputar ratusan kali, kaki melakukan gerakan menendang terus-menerus, dan otot inti bekerja tanpa henti untuk menjaga posisi tubuh.
Cedera renang umumnya disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
Teknik yang kurang tepat
Pemanasan yang tidak optimal
Latihan berlebihan (overuse injury)
Kondisi fisik yang kurang seimbang
Kurangnya waktu pemulihan
Jika satu atau lebih faktor tersebut terjadi secara bersamaan, risiko cedera akan meningkat.
Ini adalah cedera paling umum pada perenang. Swimmer’s shoulder merujuk pada nyeri dan peradangan di area bahu akibat gerakan berulang, terutama pada gaya bebas, kupu-kupu, dan punggung.
Gejala umum:
Nyeri saat mengangkat lengan
Bahu terasa lemah
Bunyi “klik” saat menggerakkan sendi
Nyeri meningkat setelah berenang
Penyebab utamanya adalah teknik tangan yang salah, rotasi bahu berlebihan, dan kurangnya kekuatan otot penopang bahu.
Gerakan kepala yang berulang, terutama saat mengambil napas pada gaya bebas, bisa memicu ketegangan otot leher. Hal ini sering dialami perenang pemula yang belum terbiasa menjaga posisi kepala tetap sejajar dengan tubuh.
Jika dibiarkan, cedera leher dapat menyebabkan:
Leher kaku
Sakit kepala
Nyeri menjalar ke bahu
Gaya kupu-kupu dan gaya dada sering menjadi penyebab utama cedera pinggang. Posisi tubuh yang terlalu melengkung atau dorongan kaki yang berlebihan dapat memberi tekanan besar pada tulang belakang bagian bawah.
Cedera ini sering muncul secara bertahap dan terasa sebagai:
Pegal berkepanjangan
Nyeri saat berdiri atau duduk lama
Rasa tidak nyaman saat membungkuk
Kram saat renang cukup umum, terutama pada kaki dan betis. Biasanya terjadi akibat:
Dehidrasi
Kurang pemanasan
Otot kelelahan
Kekurangan elektrolit
Meski terlihat ringan, kram di tengah kolam bisa berbahaya jika perenang panik atau kelelahan.
Cedera ini khas pada gaya dada. Gerakan kaki yang membuka dan menutup secara berulang dapat memberi tekanan besar pada sendi lutut bagian dalam.
Gejalanya meliputi:
Nyeri di sisi dalam lutut
Bengkak ringan
Rasa tidak stabil saat berjalan
Banyak perenang tetap memaksakan diri meski tubuh sudah memberi sinyal nyeri. Padahal, cedera yang tidak ditangani bisa berkembang menjadi masalah kronis, seperti:
Penurunan performa
Rentang gerak terbatas
Ketergantungan pada obat pereda nyeri
Waktu pemulihan yang lebih lama
Risiko cedera berulang yang lebih parah
Karena itu, mengenali dan merespons cedera sejak dini sangatlah penting.
Pemanasan membantu meningkatkan aliran darah ke otot dan mengurangi risiko cedera. Fokuskan pada:
Bahu
Leher
Punggung
Pinggul
Betis
Setelah berenang, lakukan pendinginan dan peregangan ringan agar otot tidak kaku.
Teknik yang benar adalah kunci utama pencegahan cedera. Jika perlu:
Ikuti kelas renang
Minta koreksi dari pelatih
Gunakan video analisis gerakan
Teknik yang baik tidak hanya membuat renang lebih cepat, tetapi juga lebih aman.
Renang memang menyenangkan, tetapi overtraining justru meningkatkan risiko cedera. Beri tubuh waktu istirahat yang cukup, terutama jika mulai terasa nyeri atau lelah berlebihan.
Latihan darat (dryland training) sangat membantu, seperti:
Latihan bahu dan rotator cuff
Core training
Penguatan paha dan betis
Otot yang kuat dan seimbang akan melindungi sendi dari tekanan berlebih.
Minum air sebelum dan sesudah berenang sangat penting, meski Anda tidak merasa berkeringat. Asupan elektrolit dan nutrisi yang cukup membantu mencegah kram dan mempercepat pemulihan.
Jika Anda mengalami:
Nyeri tajam
Pembengkakan
Penurunan kekuatan
Nyeri yang tidak membaik setelah beberapa hari
Sebaiknya hentikan latihan dan konsultasikan ke dokter atau fisioterapis olahraga. Penanganan dini jauh lebih efektif dibanding mengobati cedera yang sudah parah.
Cedera saat renang adalah hal yang nyata dan bisa dialami siapa saja. Meski renang dikenal sebagai olahraga ramah sendi, teknik yang salah, latihan berlebihan, dan kurangnya persiapan tetap bisa memicu masalah serius.
Dengan pemanasan yang baik, teknik yang benar, latihan seimbang, dan mendengarkan sinyal tubuh, Anda bisa menikmati manfaat renang tanpa harus berurusan dengan cedera. Ingat, tujuan olahraga bukan hanya bergerak, tetapi juga menjaga tubuh tetap sehat dalam jangka panjang.
Jika anak anda ingin belajar renang dengan pelatih profesional yang mengerti akan resiko-resiko cidera diatas, sepertinya anak anda harus belajar di The Gege Play.