Kopi sudah lama menjadi salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia. Namun, bagi Generasi Z, menikmati kopi bukan sekadar tentang menghilangkan rasa kantuk atau mendapatkan tambahan energi di pagi hari. Secangkir kopi kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup, ruang untuk bersosialisasi, teman bekerja, hingga pengalaman yang layak dibagikan di media sosial.
Generasi Z dikenal sebagai generasi yang tumbuh bersama teknologi digital dan media sosial. Karena itu, cara mereka menikmati kopi pun memiliki karakter yang berbeda. Rasa tetap penting, tetapi suasana tempat, tampilan minuman, harga, kenyamanan, hingga pengalaman secara keseluruhan juga menjadi pertimbangan.
Menariknya, tren minuman terus berkembang. Matcha, teh kekinian, dan berbagai minuman berbasis susu sempat menjadi pembicaraan di kalangan anak muda. Meski demikian, kopi masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu minuman yang paling banyak diminati Gen Z di Indonesia. Survei Jakpat pada 2026 yang dirangkum GoodStats menunjukkan kopi masih menjadi minuman favorit yang banyak dikonsumsi Gen Z.
Lalu, jenis kopi seperti apa yang menjadi favorit Generasi Z?
Jika berbicara tentang kopi favorit Gen Z, es kopi susu tentu menjadi salah satu nama yang paling mudah ditemukan.
Perpaduan espresso atau kopi dengan susu dan tingkat kemanisan yang lebih mudah diterima membuat minuman ini cocok untuk banyak kalangan, termasuk mereka yang belum terbiasa menikmati kopi dengan karakter pahit yang kuat.
Es kopi susu juga memiliki banyak variasi. Mulai dari kopi susu gula aren, kopi susu karamel, vanilla latte, hingga berbagai racikan signature dari setiap kedai kopi.
Popularitas kopi susu tidak hanya berasal dari rasanya yang familiar. Minuman ini juga mudah dikonsumsi dalam berbagai situasi. Bisa dinikmati saat bekerja, belajar, ngobrol bersama teman, atau sekadar menemani perjalanan.
Data konsumsi kopi Gen Z sebelumnya juga menunjukkan tingginya minat terhadap kopi dengan rasa atau varian yang lebih approachable dibanding kopi hitam murni.
Bagi banyak Gen Z, kopi susu menjadi titik tengah yang ideal: tetap mendapatkan karakter kopi, tetapi dengan rasa yang lebih creamy, manis, dan mudah dinikmati.
Di tengah popularitas kopi susu, minat terhadap kopi dengan rasa yang lebih autentik juga semakin berkembang.
Americano dan espresso menjadi pilihan bagi Gen Z yang ingin menikmati karakter asli dari biji kopi. Berbeda dengan kopi susu, minuman ini memiliki rasa yang lebih menonjolkan aroma, tingkat keasaman, body, serta karakter khas dari kopi itu sendiri.
Americano sering menjadi pilihan karena praktis dan relatif sederhana. Espresso dicampur dengan air panas atau dingin sehingga menghasilkan minuman kopi yang tetap kuat tetapi lebih mudah diminum dalam waktu yang lebih lama.
Tren ini menunjukkan bahwa selera Gen Z semakin beragam. Tidak semua anak muda mencari kopi yang manis. Sebagian mulai tertarik untuk memahami perbedaan jenis biji kopi, metode roasting, hingga karakter rasa dari setiap daerah penghasil kopi.
Cold brew juga termasuk salah satu jenis kopi yang cocok dengan karakter konsumsi anak muda.
Berbeda dengan kopi yang diseduh menggunakan air panas, cold brew dibuat melalui proses ekstraksi menggunakan air dingin dalam waktu yang lebih lama. Hasilnya adalah rasa kopi yang cenderung lebih smooth dan memiliki karakter yang berbeda dari metode seduh biasa.
Minuman ini cocok untuk Gen Z yang menyukai kopi dingin dengan sensasi yang lebih ringan di mulut.
Penelitian mengenai perilaku konsumsi kopi siap minum pada generasi muda di Indonesia juga menemukan ketertarikan terhadap kopi dingin dan aktivitas menikmati kopi di coffee shop sebagai bagian dari kegiatan sosial.
Cold brew kemudian menjadi pilihan menarik karena mampu menghadirkan pengalaman menikmati kopi yang terasa modern, santai, dan cocok dengan gaya hidup aktif.
Meski tren minuman terus berubah, kopi susu gula aren masih menjadi salah satu menu yang memiliki tempat kuat di dunia kopi modern Indonesia.
Rasa manis khas gula aren memberikan karakter berbeda dibandingkan gula biasa. Perpaduannya dengan susu dan espresso menghasilkan cita rasa yang familiar bagi lidah masyarakat Indonesia.
Selain itu, kopi gula aren juga menjadi salah satu produk yang ikut mendorong perkembangan industri kopi modern dan coffee shop di Indonesia.
Popularitas berbagai merek kopi modern di kalangan Gen Z menunjukkan bahwa kopi dengan karakter rasa yang familiar, mudah diminum, dan tersedia secara praktis masih memiliki daya tarik kuat. Survei Jakpat pada akhir 2024, misalnya, mencatat beberapa merek kopi modern sebagai yang paling banyak dikonsumsi oleh responden Gen Z yang memilih kopi kafe.
Namun, Gen Z masa kini juga semakin terbuka terhadap inovasi. Kopi susu gula aren tidak lagi hadir dalam satu formula. Banyak kedai mengembangkan variasi dengan tambahan cream, salted caramel, hazelnut, hingga kombinasi menu signature.
Ada pula kelompok Gen Z yang menikmati kopi bukan hanya sebagai minuman, tetapi juga sebagai pengalaman.
Mereka tertarik mencoba berbagai jenis biji kopi, mengenal daerah asal kopi, hingga membandingkan metode penyeduhan seperti V60, Japanese iced coffee, French press, atau manual brew lainnya.
Kelompok ini menjadi bagian dari berkembangnya budaya specialty coffee.
Bagi mereka, secangkir kopi bisa memiliki cerita. Kopi dari daerah tertentu dapat menghadirkan karakter rasa yang berbeda. Ada yang memiliki aroma fruity, floral, nutty, chocolatey, hingga cita rasa yang lebih kompleks.
Tren eksplorasi ini menunjukkan bahwa pasar kopi anak muda tidak bisa dipandang sebagai satu kelompok dengan selera yang sama. Studi terbaru mengenai pelanggan coffee shop Gen Z di Indonesia bahkan menemukan adanya beberapa karakter psikografis konsumen, termasuk kelompok yang lebih menyukai pengalaman sosial, estetika, komunitas, dan eksplorasi.
Karena itu, specialty coffee semakin menarik bagi Gen Z yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda setiap kali menikmati kopi.
Gen Z dikenal sebagai generasi yang cukup terbuka terhadap eksperimen rasa.
Tidak heran jika menu kopi signature menjadi salah satu daya tarik utama sebuah coffee shop. Perpaduan kopi dengan bahan-bahan unik dapat menciptakan pengalaman baru yang tidak ditemukan di tempat lain.
Saat ini, inovasi kopi dapat hadir dalam berbagai bentuk, misalnya:
Kopi dengan caramel atau butterscotch.
Kopi dengan perpaduan vanilla.
Kopi dengan cream atau foam.
Kopi dengan sentuhan rasa buah.
Kopi dengan kombinasi rempah.
Kopi dengan resep khas atau signature house blend.
Bagi Gen Z, mencoba menu baru sering kali menjadi bagian dari pengalaman berkunjung ke sebuah tempat.
Tidak hanya soal "kopinya enak atau tidak", tetapi juga ada rasa penasaran untuk mencoba sesuatu yang berbeda.
Fenomena kopi di kalangan Gen Z sebenarnya tidak bisa dipisahkan dari perubahan fungsi coffee shop itu sendiri.
Dulu, kedai kopi mungkin identik dengan tempat sederhana untuk menikmati kopi. Kini, coffee shop telah berkembang menjadi ruang multifungsi.
Bagi Generasi Z, coffee shop bisa menjadi:
Tempat bertemu teman.
Ruang diskusi.
Tempat mengerjakan tugas.
Lokasi bekerja secara fleksibel.
Tempat me time.
Ruang untuk membuat konten.
Tempat menikmati suasana santai.
Penelitian mengenai preferensi Gen Z dalam memilih coffee shop menunjukkan bahwa suasana menjadi salah satu faktor yang sangat penting, bersama kualitas produk dan pelayanan. Harga dan fasilitas juga tetap menjadi pertimbangan.
Artinya, kopi yang enak memang penting. Namun, pengalaman menikmati kopi juga memiliki nilai yang besar.
Bagi Gen Z, memilih tempat ngopi sering kali bukan hanya tentang mencari menu favorit.
Mereka juga mempertimbangkan atmosfer tempat.
Interior yang menarik, area yang nyaman, suasana yang mendukung untuk mengobrol, hingga spot yang aesthetically pleasing dapat menjadi alasan seseorang memilih sebuah coffee shop.
Fenomena ini semakin kuat seiring berkembangnya media sosial. Tempat yang nyaman dan menarik secara visual memiliki peluang lebih besar untuk dibagikan oleh pengunjung.
Namun, pada akhirnya, tempat yang baik tetap membutuhkan produk yang mampu membuat pengunjung ingin kembali.
Kombinasi antara kopi yang nikmat, suasana nyaman, pelayanan yang baik, dan pengalaman yang menyenangkan menjadi formula yang semakin penting bagi coffee shop dalam menarik konsumen muda.
Tidak ada satu jenis kopi yang bisa mewakili seluruh Generasi Z.
Sebagian menyukai kopi susu yang creamy dan manis. Sebagian menikmati Americano dengan rasa kopi yang lebih kuat. Ada pula yang suka mencoba manual brew dan specialty coffee.
Tren juga akan terus berubah.
Hari ini sebuah menu bisa menjadi viral. Beberapa bulan kemudian, muncul inovasi baru yang menarik perhatian konsumen.
Namun, satu hal yang tampaknya tetap bertahan adalah budaya menikmati kopi.
Bagi Gen Z, kopi bukan lagi sekadar minuman. Kopi telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, gaya hidup, interaksi sosial, dan pengalaman menikmati waktu.
Bagi Anda yang sedang mencari tempat untuk menikmati kopi sambil bersantai bersama teman, keluarga, atau orang terdekat, The Gege Fun and Play bisa menjadi salah satu pilihan menarik di Batang.
The Gege menghadirkan konsep tempat yang memadukan pengalaman kuliner dan rekreasi dalam satu kawasan. Di The Gege Fun, pengunjung dapat menikmati berbagai pilihan menu, termasuk kategori coffee, makanan, snack, dan minuman lainnya dalam suasana yang nyaman untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama.
Sementara itu, pengalaman liburan bisa dilengkapi dengan berbagai aktivitas di The Gege Play, sehingga waktu bersama keluarga maupun sahabat terasa lebih lengkap.
Jadi, kalau sedang mencari tempat untuk ngopi, ngobrol, menikmati kuliner, sekaligus bersantai, yuk jadikan waktu berkumpul lebih berkesan di The Gege Fun and Play.
Nikmati kopi favoritmu, ciptakan cerita bersama orang-orang terdekat, dan temukan pengalaman seru dalam satu destinasi bersama The Gege Fun and Play.