Bagi pecinta kopi, terutama yang sering nongkrong di coffee shop, istilah single shot mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, masih banyak orang yang sebenarnya menikmati kopi single shot tanpa benar-benar tahu apa artinya. Apakah single shot berarti kopinya lebih encer? Lebih pahit? Atau justru lebih “ringan” dibanding double shot?
Nah, supaya tidak salah kaprah, mari kita bahas secara tuntas apa itu kopi single shot, mulai dari pengertian, karakter rasa, perbedaannya dengan double shot, hingga siapa saja yang cocok menikmatinya.
Secara sederhana, kopi single shot adalah satu takaran espresso standar yang diekstraksi dari mesin espresso. Dalam dunia kopi, single shot memiliki ukuran dan komposisi yang sudah cukup baku.
Umumnya, satu single shot espresso terdiri dari:
7–9 gram bubuk kopi
Menghasilkan sekitar 25–30 ml cairan espresso
Diekstraksi dalam waktu 25–30 detik
Hasil ekstraksi inilah yang disebut single shot. Minuman ini menjadi fondasi utama berbagai menu kopi, mulai dari espresso murni hingga cappuccino dan latte.
Jadi, single shot bukan jenis biji kopi atau metode seduh khusus, melainkan takaran espresso.
Istilah “shot” sendiri berasal dari takaran kecil minuman berkafein yang dikonsumsi dalam satu tegukan atau satu porsi. Sama seperti shot pada minuman lain, espresso dibuat dalam ukuran kecil tapi padat rasa dan kafein.
Disebut single karena hanya menggunakan satu dosis kopi. Sebaliknya, jika menggunakan dua dosis kopi (sekitar 14–18 gram), maka disebut double shot.
Di banyak coffee shop modern, terutama di Indonesia, barista justru lebih sering menggunakan double shot sebagai standar. Akibatnya, single shot terasa “asing” bagi sebagian penikmat kopi.
Meski volumenya kecil, jangan remehkan rasa kopi single shot. Justru di sinilah karakter kopi paling murni terasa.
Beberapa ciri khas rasa kopi single shot:
Lebih ringan dibanding double shot, tapi tetap kompleks
Tingkat pahit dan asam lebih seimbang
Aroma kopi lebih “bersih” dan tidak terlalu menekan lidah
Aftertaste cenderung cepat hilang, cocok untuk pemula
Single shot sangat bergantung pada kualitas biji kopi, tingkat sangrai, dan teknik ekstraksi. Jika bijinya bagus dan diekstraksi dengan benar, single shot bisa menghadirkan rasa manis alami, fruity, hingga nutty tanpa perlu gula.
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan utama antara single shot dan double shot:
1. Takaran Kopi
Single shot: 7–9 gram
Double shot: 14–18 gram
2. Volume Minuman
Single shot: ±30 ml
Double shot: ±60 ml
3. Kadar Kafein
Single shot memiliki kafein lebih rendah
Double shot hampir dua kali lipat kafeinnya
4. Rasa dan Body
Single shot terasa lebih ringan dan seimbang
Double shot lebih bold, tebal, dan intens
5. Penggunaan di Coffee Shop
Single shot jarang dipakai sebagai standar
Double shot lebih umum untuk minuman susu
Bagi penikmat kopi yang tidak ingin terlalu “terjaga” atau sensitif terhadap kafein, single shot bisa menjadi pilihan ideal.
Single shot espresso sering digunakan untuk:
Espresso murni (diminum langsung)
Americano versi ringan
Cappuccino ukuran kecil
Latte untuk rasa kopi yang tidak terlalu dominan
Di Eropa, terutama Italia, single shot masih sangat umum. Mereka menikmati espresso sebagai minuman cepat, bukan untuk dinikmati lama-lama seperti tren coffee shop modern.
Ini pertanyaan yang sering muncul. Jawabannya: tidak selalu.
Single shot memang memiliki:
Volume lebih sedikit
Kafein lebih rendah
Namun dari sisi rasa, single shot bukan berarti hambar. Jika biji kopi dan teknik seduhnya tepat, single shot justru bisa terasa lebih jernih dan detail dibanding double shot yang terlalu pekat.
Banyak coffee enthusiast justru memilih single shot untuk:
Mencicipi karakter asli biji kopi
Cupping atau evaluasi rasa
Menikmati espresso tanpa rasa “menyerang”
Kopi single shot cocok untuk:
Pemula yang baru belajar minum espresso
Orang yang sensitif terhadap kafein
Penikmat kopi yang suka rasa seimbang
Pecinta kopi yang ingin mengeksplor karakter biji kopi
Jika Anda sering merasa deg-degan setelah minum kopi, beralih ke single shot bisa menjadi solusi tanpa harus berhenti ngopi sepenuhnya.
Jawabannya: bisa, asalkan memiliki alat yang memadai. Mesin espresso adalah pilihan terbaik, tapi alternatif lain juga memungkinkan.
Beberapa cara membuat “rasa mirip single shot” di rumah:
Menggunakan mesin espresso rumahan
Mengatur dosis kecil pada manual espresso maker
Menggunakan moka pot dengan takaran minimal
Meski hasilnya tidak selalu presisi seperti mesin profesional, Anda tetap bisa merasakan karakter single shot dengan pendekatan yang tepat.
Sekarang Anda sudah paham bahwa kopi single shot bukan sekadar kopi “setengah porsi”, melainkan takaran espresso dengan filosofi rasa tersendiri. Single shot menawarkan pengalaman minum kopi yang lebih ringan, seimbang, dan jujur terhadap karakter biji kopi.
Di tengah tren kopi susu dan double shot yang kuat, single shot hadir sebagai pilihan sederhana namun elegan. Cocok untuk Anda yang ingin menikmati kopi tanpa berlebihan, tapi tetap berkelas.
Jadi, lain kali saat memesan kopi di coffee shop, jangan ragu bertanya atau mencoba single shot espresso. Siapa tahu, justru ini gaya ngopi yang paling pas untuk Anda. Kamu bisa mencoba kenikmatan kopi single shot maupun varian lainnya dengan kualitas terbaik di The Gege sambil mata dimanjakan dengan landscape pemandangan cantik.